Simon Petrus
Simon merupakan seorang nelayan yang bekerja di Kapernaum. Ia bertemu dengan Yesus saat sedang menjala ikan di laut dan menjadi salah satu murid yang paling dekat dengan Yesus bersama dengan Yakobus dan Yohanes. Hal ini membuat Simon Petrus dianggap sebagai pemimpin kelompok rasul dan seringkali menjadi juru bicara secara tidak langsung. Rasul Petrus pernah menyangkal Tuhan Yesus sebanyak 3x ketika Tuhan Yesus ditangkap dan diadili.
Pada akhir masa hidupnya, Petrus akhirnya mati disalibkan pada masa kaisar Nero, karena melihat Kristus datang untuk disalibkan dan saat itu ia sadar bahwa ini saatnya ia memuliakan Yesus dengan kematiannya. Petrus dengan terbalik sesuai keinginannya karena ia merasa tidak layak disalibkan dengan kepala diatas seperti Yesus.
Andreas
Andreas merupakan saudara Petrus dan murid pertama Yesus. Sebelum menjadi murid Yesus, ia merupakan murid Yohanes pembaptis yang kemudian diperkenalkan kepada Yesus dan akhirnya menjadi murid Yesus. Andreas pun kemudian membawa Petrus bersamanya dan juga merupakan murid yang membawa anak kecil yang mempunyai 5 roti dan 2 ikan untuk memberi makan 5000 orang. Andreas seringkali disebut sebagai “Penginjil Nasional dan Internasional pertama” karena membawa berbagai orang Yunani untuk bertemu Yesus. Andreas akhirnya mati sebagai martir dan disiksa cambuk oleh 7 tentara untuk memperpanjang masa penyiksaan dan disalibkan pada salib berbentuk X yang saat ini dikenal sebagai salib Andreas. Salib ini dijadikan lambang bendera negara Skotlandia.
Yakobus
Yakobus bersama saudaranya Yohanes bertemu dan menjadi murid Yesus ketika mereka sedang menjala ikan. Yakobus juga merupakan salah satu murid yang dekat dengan Yesus bersama dengan Petrus dan Yohanes.
Yakobus pernah meminta tempat duduk yang mulia dalam kerajaan Kristus kepada Yesus pada saat perjamuan terakhir dan permintaannya membuat murid lainnya marah. Yesus menanyakan apakah ia sanggup untuk meminum cawan yang diminum-Nya dan Yakobus menjawab sanggup. “Minum Cawan” menjadi nubuat akan kematian Yakobus ketika ia dibunuh oleh Raja Herodes dan menjadi martir pertama dari kedua belas murid Yesus.
Yohanes
Yohanes seringkali dikenal sebagai murid yang dikasihi Yesus. Yohanes diperintahkan oleh Yesus untuk menyiapkan perjamuan paskah terakhir bersama dengan Petrus. Yohanes juga menjadi satu-satunya murid Yesus yang berdiri dekat dengan salib Yesus dan dipilih untuk menjaga ibu-Nya. Yohanes kemudian memimpin gereja bersama dengan Petrus hingga akhirnya ditangkap dan dimasukan ke dalam kuali minyak panas, tetapi tidak mengalami luka sehingga ia dibuang di sebuah pulau. Pulau itu bernama Patmos, tempat Yohanes menulis kitab Wahyu. Yohanes akhirnya meninggal di Efesus dan menjadi murid Yesus yang paling lama hidup. Yohanes juga dikenal sebagai murid yang paling banyak menulis kitab suci.
Filipus
Filipus pertama kali bertemu dengan Tuhan Yesus di seberang sungai Yordan. Pada perjamuan terakhir Filipus meminta Yesus menunjukkan Bapa dan Yesus menjawab bahwa mereka telah melihat Bapa di dalam-Nya. Gereja memiliki banyak sumber mengenai pelayanan akhir dan kematian Filipus. Beberapa sumber Gereja mengatakan Filipus melayani di perancis, namun ada yang mengatakan bahwa Filipus melayani di Rusia Selatan, Asia, bahkan India. Filipus dikatakan telah menobatkan istri walikota Hierapolis menjadi seorang Kristen dan hal tersebut membuat ia disalibkan secara terbalik, namun Filipus tetap berkhotbah sampai akhirnya meninggal. Tradisi lainnya mengatakan ia mati sebagai martir dengan cara dipenggal.
Bartolomeus
Bartolomeus dikatakan merupakan satu-satunya murid Yesus yang berasal dari keluarga bangsawan. Bartolomeus juga dipercaya oleh banyak pakar alkitab merupakan Natanael dalam Injil Yohanes dengan percaya bahwa Bartolomeus adalah nama keluarga dari Natanael. Hal ini dikarenakan nama Bartolomeus selalu dekat dengan Filipus dan Natanael adalah teman Filipus yang ia bawa kepada Yesus. Natanael juga termasuk salah satu dari 7 murid Yesus yang berada di danau Tiberias, tempat Yesus menampakkan diri-Nya setelah kebangkitan-Nya. Bartolomeus menyebarkan Injil ke Armenia dan menobatkan Raja Armenia yaitu Polymius menjadi seorang kristen. Hal ini membuat saudara Polymius yaitu Astyages marah dan memerintahkan untuk membunuh Bartolomeus dengan dikuliti lalu disalibkan dengan terbalik.

